Bappeda Kukar Rencanakan Pembangunan 30 Unit Rumah Baru Layak Huni pada 2026
POSKOTAKAKALTIMNEWS, KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus berupaya meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat berpenghasilan rendah.
Salah satu program yang
kini tengah disiapkan adalah pembangunan 30 unit rumah baru layak huni yang
akan dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) pada
tahun 2026 mendatang.
Plt Kepala Bappeda Kukar
Sy. Vanesa Vilna melalui Jabatan Fungsional Ahli Muda Perencanaan Endy Hasari
menjelaskan, program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk
mengurangi angka kemiskinan dan memperbaiki kondisi permukiman di wilayah
pedesaan maupun perkotaan.
Menurutnya, pembangunan rumah
baru layak huni menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan yang
sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
“Rencana pembangunan 30
unit rumah layak huni ini akan menjadi salah satu prioritas dalam tahun
anggaran 2026. Program ini diarahkan untuk warga yang belum memiliki rumah dan
memenuhi kriteria penerima bantuan pemerintah,” jelas Endy Hasari, Jum'at (31/10/2025).
Endy menuturkan, dalam
proses perencanaannya, Bappeda Kukar berperan penting dalam memastikan program
tersebut terintegrasi dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
Pembangunan rumah layak
huni tidak hanya dilihat dari sisi infrastruktur fisik, tetapi juga dari aspek
sosial dan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat.
“Kami memastikan bahwa
program ini tidak berdiri sendiri. Pembangunan rumah layak huni akan diiringi
dengan peningkatan infrastruktur pendukung seperti akses jalan, air bersih, dan
sanitasi agar masyarakat bisa tinggal dengan nyaman,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, Dinas
Perkim Kukar telah menyiapkan konsep pembangunan dengan desain rumah sederhana
namun memenuhi standar kelayakan hunian.
Penerima manfaat nantinya
akan diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang telah terdaftar
dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).
Selain menggunakan dana
APBD, Endy menyebutkan kemungkinan adanya dukungan dari pemerintah pusat
melalui program stimulan perumahan swadaya (BSPS) serta potensi kemitraan
dengan sektor swasta melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Kolaborasi tersebut
diharapkan dapat memperluas jangkauan penerima manfaat di masa mendatang.
“Kita berharap sinergi
antarpihak dapat memperkuat pembiayaan program ini. Dengan begitu, pembangunan
rumah layak huni bisa menjadi gerakan bersama untuk menyejahterakan masyarakat
Kukar,” tambah Endy.
Ia menegaskan, program ini
sejalan dengan visi pembangunan daerah Kutai Kartanegara yang menempatkan
kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama. Pembangunan rumah baru layak
huni diharapkan menjadi stimulus bagi peningkatan kualitas hidup dan penataan
lingkungan yang lebih tertata.
“Tujuan akhirnya adalah agar setiap warga Kukar dapat memiliki tempat tinggal yang layak dan aman, sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan,” tutup Endy. (Adv/riz)